Dishub Berikan Sanksi Bagi Ojol Melanggar Aturan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Beritadepok.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok akan melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan penyedia layanan ojek online (aplikator), Grab dan Go-Jek. Salah satu poin yang akan diterapkan, terkait sanksi bagi sopir (driver) yang melanggar aturan.

Kepala Dishub Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, dasar dari penataan ojol adalah Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) RI Nomor 12 Tahun 2019. Yaitu tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Kita akan kaji terlebih dahulu terkait penerapan mekanisme sanksinya. Misalkan driver yang bandel setelah diingatkan berkali-kali, akan terkena hukuman berupa pemblokiran aplikasi,” ujarnya, di Aula Kantor Dishub Depok, Kamis (28/03/2019).

Ide menerapkan sanksi tersebut, kata Dadang, dikarenakan masih ditemukannya para ojol yang melanggar peraturan dasar berlalu lintas. Di antaranya melawan arus atau parkir sembarangan di bahu jalan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kita bisa saling bersilaturahmi, untuk membahas poin ini lebih mendalam,” katanya.

Sementara itu, Supervisi Go-Jek Depok, Hasan Asy’ari merespons positif kebijakan tersebut. Sebagai salah satu perusahaan transportasi terbesar di Indonesia, dikatakannya, Go-Jek juga memerhatikan aspek ketertiban lalu lintas. Pihaknya juga, sambungnya, memiliki mekanisme tersendiri dalam penerapan sanksi.

Hasan menambahkan, secara umum ada dua macam sanksi yang diterapkan Go-Jek, yaitu hukuman yang sifatnya otomatis dan manual. Dikatakannya, bagi driver yang melakukan tindakan pelanggaran komitmen dan mendapatkan laporan dari penumpang, akan diblokir selama lima belas menit sampai tujuh hari, tergantung kadar pelanggarannya.

“Sementara yang sifatnya otomatis, untuk driver yang terdeteksi oleh sistem melakukan kebohongan dalam mengambil permintaan, akan langsung diputus secara kemitraan,” ucapnya.

Share.

About Author

Leave A Reply