Warga Krukut dan Limo Gelar Unjuk Rasa Terkait Pencairan Ganti Rugi Tol

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Beritadepok.com| Kota Kembang – Depok- Puluhan warga yang mengatasnamakan warga Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, pada tanggal (9/1),  aksi unjuk rasa dilakukan di depan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pengadilan Negeri (PN) terkait dugaan  penyelewengan  uang ganti rugi lahan warga yang terkena pembangunan jalan tol Depok-Antasari (Desari) sebesar Rp 129 Miliar. Unjuk rasa dimulai di Kantor BPN kemudian massa merembet ke Kantor PN Depok yang tidak jauh dari lokasi,

Unjuk rasa tersebut dipimpin Husen Sanjaya sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) dan M. Supriadi selaku wakil Korlap dan penanggung jawab aksi yaitu Sunaryo Pranoto selaku pemilik tanah warga.

Dalam aksinya warga menuntut Jangan Rampas dan Rampok Hak Kami. Pejabat yang Terlibat di atas Lahan Letter C 675 A Milik Kami. Selain itu, warga juga menuntut ‘Seret dan Tangkap Semua Oknum Mantan Pejabat BPN yang terlibat  Skandal Penerbitan 7 SHGB PT. Megapolitan di atas Lahan Girik C 675 A seluas kurang lebih 19 Hektar. Warga juga membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘BPN Depok dan Pengadilan Negeri Depok berskandal dengan PT. Megapolitan untuk mencairkan uang konsinyasi Tol Desari yang dititip pada 14 Desember. 2017’.

“Kami meminta agar aparat berwenang mengungkap kasus ini segera menangkap semua oknum yang terlibat skandal penerbitan 7 SHGB PT. Megapolitan di atas lahan girik C 675 A seluas kurang lebih 19 Hektar,” ungkapnya.Ia menegaskan agar pencairan uang konsinyasi yang mengalir ke PT. Megapolitan sebesar Rp 129 Miliar diusut tuntas.

BPN Depok diminta segera membatalkan sertifikat eks HGB PT. Megapolitan karena cacat hukum.“ kami minta agar segera memberitahukan persiapan uang kompensasi dan menjelaskan tanah mana saja yang bersengketa,” dalam orasinya masa juga mengatakan, tidak diperlakukan sebagai pihak yang berhak padahal sebagai pihak korban, harusnya aparatur negara melindungi bukannya diam dan tidak pro kepada rakyat kecil seperti kami.

Akhirnya pukul 10.15:00 wib, Kepala BPN Depok Sutanto mau bertemu dan menerima enam orang perwakilan warga dengan tanggapan, ada kesalahpahaman antara Penggugat dengan PT. Megapolitan. Pihak BPN belum mengeluarkan surat pengantar pengambilan uang yang berjumlah Rp 129 Miliar,  kami harus hati hati dan teliti karena kalau sembarangan kami akan dituntut ,setelah selesai pasti akan kami cairkan sesuai ketentuan.

Selanjutnya setelah mendapat penjelasan dari Kepala BPN, massa masih merasa kurang puas dan melanjutkan aksinya menuju Kantor Pengadilan Negeri Depok dengan tuntutan yang sama. Perwakilan warga diterima pihak PN Depok, pihak pengadilan berjanji akan membantu permasalahan ini dan meminta waktu dua Minggu demikian yang disampaikan pihak PN Depok, setelah merasa puas dengan janji dari pihak BPN dan PN kota Depok wargapun pulang kerumah masing masing (Din)

Share.

About Author

Leave A Reply